Get Adobe Flash player
No announcement available.
Banner Welcome
Hubungi Kami

LAYANAN INFORMASI

Jika Anda membutuhkan informasi yang berkaitan dengan Bea Cukai dan Prosedur, silahkan kirim pertanyaan Anda ke alamat di bawah ini :

Telepon 021-4890308 ext 821 / 822

Email humaskpdjbc@customs.go.id Atau Aplikasi Layanan Informasi !



PENGADUAN MASYARAKAT
Harap kirimkan keluhan Anda terkait dengan penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran disiplin pejabat Bea Cukai melalui alamat berikut :
 

Pusat Pengaduan DJBC ! (SIPUMA)


Layanan Masyarakat

Layanan Informasi, Pengaduan dan Penyuluhan KPPBC TMP C Sabang

081-2646-0-1924

patluh@beacukaisabang.net

Info BEA CUKAI

Tarif Bea Masuk

Peraturan Baru Bea Cukai

SIPUMA BEA DAN CUKAI

Anda mempunyai INFORMASI atau PENGADUAN mengenai adanya pelanggaran, penyimpangan dan/atau penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh pejabat dan/atau pegawai Bea dan Cukai Sabang? Demi kemajuan proses reformasi dan birokrasi di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kini saatnya anda bisa melaporkannya kepada kami dengan sekali klik melalui Sistem Aplikasi Pengaduan Masyarakat (SIPUMA) atau portal pengguna jasa bagi para pengguna jasa Kepabeanan dan Cukai dengan alamat website : SIPUMA. Tata cara pengaduan melalui aplikasi SIPUMA tertuang dalam Kep-154/BC/2012 tanggal 12 Oktober 2012

SIPUMA adalah suatu sistem aplikasi yang digunakan oleh Unit Kepatuhan Internal Bea dan Cukai dalam mengelola penanganan pengaduan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yang terintegrasi dengan Whistleblowing System yang digunakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Whistleblowing System (WISE) adalah aplikasi yang disediakan oleh Kementerian Keuangan bagi pegawai/pejabat maupun masyarakat luas yang memiliki informasi dan ingin melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran dan/atau ketidakpuasan pelayanan yang diberikan yang terjadi di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Melalui aplikasi SIPUMA, setiap identitas pengadu dijamin akan dijaga kerahasiaannya, sehingga pengelolaan dan tindak lanjut penanganan pengaduan masyarakat di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dapat terlaksana secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Adapun tata cara pengaduan melalui aplikasi SIPUMA adalah sebagai berikut :

  1. Penerimaan Pengaduan Melalui Aplikasi dengan cara :
    1. Pengaduan masyarakat dapat disampaikan oleh pengadu melalui aplikasi secara langsung, yaitu dengan mengakses:
      1. Situs resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan alamat SIPUMA; atau
      2. Portal Pengguna Jasa.
    2. SIPUMA akan secara otomatis memberikan nomor tiket kepada pengadu, dan pengadu dapat mencetak data pengaduannya atau cukup mencatat/mengingat nomor tiket yang diberikan SIPUMA.
    3. Nomor tiket hanya dapat diketahui oleh pengadu, dan pengadu secara mandiri dapat memantau tindak lanjut penanganan atas pengaduannya sesuai nomor tiket yang diberikan.
    4. Apabila pengadu mencantumkan alamat e-mail dan/atau nomor telepon genggam yang valid, maka SIPUMA akan mengirim nomor tiket kepada pengadu melalui e-mail dan/atau SMS.
  2. Penerimaan Pengaduan Secara Manual ke KPPBC Sabang meliputi :
    1. Pengaduan masyarakat dapat disampaikan oleh pengadu secara manual, yaitu melalui saluran pengaduan resmi yang berupa:
      1. Petugas Penerima Pengaduan (helpdesk) untuk pengaduan yang disampaikan melalui Meja Pengaduan (datang langsung);
      2. Telepon : (0652) 21105;
      3. Surat yang ditujukan ke alamat Jalan Diponegoro Nomor 19 Kota Atas, Sabang – 23511;
      4. Faksimili : (0652) 22810;
      5. Surat Elektronik (e-mail) : kppbcsabang@yahoo.com; atau
      6. Saluran pengaduan resmi lainnya.
    2. Penerima pengaduan akan merekam data pengaduan yang disampaikan secara manual ke dalam SIPUMA.
    3. SIPUMA akan secara otomatis memberikan nomor register kepada penerima pengaduan setelah data pengaduan masyarakat dimasukkan ke dalam SIPUMA.
    4. Penerima pengaduan akan memberitahukan nomor register kepada pengadu sepanjang terdapat jalur komunikasi dengan pengadu.
    5. Nomor register akan menjadi identitas pengaduan masyarakat pada saat petugas unit Kepatuhan Internal berkomunikasi dengan penerima pengaduan, khususnya dalam hal pengadu ingin mengetahui perkembangan tindak lanjut penanganan pengaduannya.
    6. Dalam hal pengadu ingin melakukan pemantauan atas tindak lanjut penanganan pengaduannya secara mandiri, pengadu harus memberikan alamat e-mail atau nomor telepon genggam yang valid kepada petugas penerima pengaduan untuk dimasukkan ke dalam SIPUMA dan SIPUMA akan mengirimkan nomor tiket kepada pengadu.
    7. Nomor tiket hanya dapat diketahui oleh pengadu dan pengadu secara mandiri dapat memantau tindak lanjut penanganan atas pengaduannya sesuai nomor tiket yang diberikan.
    8. Pejabat dan/atau pegawai pada UKI wajib menjaga kerahasiaan identitas pengadu kecuali pengadu menginginkan sebaliknya atau dalam keadaan tertentu untuk mempermudah penyelidikan.

Komentar Anda