Get Adobe Flash player

Benteng Jepang di Sabang

“Kota Seribu benteng” demikian salah satu julukan dari Pulau Weh, hal itu disebabkan karena di kota Sabang banyak tersebar benteng-benteng peninggalan Jepang yang konon dibangun antara tahun 1942 – 1945 dan digunakan sebagai tempat berlindung bagi pasukan jepang. Konon benteng-benteng yang tersebar tersebut tersebut terhubung melalui terowongan-terowongan yang banyak ditemui di kota Sabang, namun untuk alasan keamanan terowongan tersebut ditutup oleh pemerintah daerah.


Dalam rangka kunjungan kerja ke KPPBC Tipe A3 Sabang, pada tanggal 10 Oktober 2012 yang lalu Direktur Jenderal Bea dan Cukai beserta rombongan dari KP DJBC dan Kanwil DJBC Aceh, berkesempatan mengunjungi salah satu obyek wisata kota Sabang yang sering dikunjungi wisatawan lokal maupun manca negara yaitu Benteng Jepang di pantai Anoi Hitam.

Benteng Jepang Anoi Itam merupakan salah satu destinasi wisata yang dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke Sabang, Anoi Itam salah satu pantai yang ada di Sabang masih banyak benteng perlindungan dalam kondisi cukup baik. Selain itu ada juga tempat benteng besar dengan banyak pintu masuk ke terowongan di Gunung Batu. Konon, benteng ini juga disebut sebagai tempat yang sering dikunjungi oleh hantu-hantu Jepang. Benteng ini sempat menjadi tempat penyimpanan amunisi bagi armada Jepang.


Memasuki lokasi Benteng Anoi Itam, kita akan disuguhkan pepohonan yang sedikit rindang, pantai yang indah, dan sebuah benteng kecil yang berada dibawah kaki bukit membuat kita tidak mau membuang waktu dan ingin segera melangkahkan kaki melintasi anak tangga dan siap untuk mendaki.

Dari jalan umum menuju benteng kita harus menyusuri jalan setapak dan siap menaiki tangga dari susunan paving block sepanjang kurang lebih 90 meter, ditengah jalan setapak akan dijumpai sebuah tempat beristirahat yang dibuat permanen, kitapun bisa beristirahat sebelum mencapai benteng utama.

Menyusuri jalan setapak dengan sebelah kiri kanan dinding batu karang memberikan kesan unik dan natural hingga di ujung jalan pintu masuk benteng terdapat sebuah mariam besi yang melintang, akhirnya sampai di benteng yang dituju terlihat rumput-rumput hijau ikut menghiasi indahnya alam dengan pohon-pohon yang kokoh, karang cadas berbaris mengelilingi pinggiran tebing terasa lepas lah rasa lelah seketika.


Dari atas benteng, terhampar pemandangan laut lepas seolah tak berbatas membentang, boat dan perahu-perahu nelayan dan terkadang Kapal niaga yang berukuran raksasa melintas lautan selat Malaka. Tidak ketinggalan para pemancing dan para muda mudi asik menikmati pesona hamparan laut lepas. Tidak hanya itu, apabila memandang kesisi kiri dari benteng terlihat jelas indahnya garis pesisir pantai dan bentangan pepohonan nyiur yang tersusun rapi, lebih kesisi belakang benteng tepatnya dekat pemandian batu gajah terdapat tempat santai yang menyuguhkan makanan rujak yang sudah menjadi cirri khas di lokasi wisata benteng Anoi Itam.


Direktur Jenderal Bea dan Cukai beserta rombongan berkenan mengabadikan kegagahan Benteng Jepang di atas Pantai Anoi Itam yang terhampar indah mempesona, untuk disimpan dibawa dan diceritakan kepada belahan lain Indonesia dan Dunia.

“Anoi Itam dan benteng Jepang, terhampar pemandangan indah mempesonakan,,,walau hanya sejenak bertandang semoga melekat tak terlupakan”, terima kasih atas kunjungannya. (MM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*