Get Adobe Flash player

FAQ

1. Apa Dasar Hukum Tugas Bea dan Cukai di Kawasan Bebas.

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan UU No. 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.

2. Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2000 Tentang Penetapan Perppu No. 2 Tahun 2000 sebagai Undang-undang (Pasal 9 )

3. Undang-undang Nomor 11 tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh. ( Pasal 167 )

2. Apa Yang Dimaksud Dengan “KEPABEANAN”.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan lalu lintas barang  yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar. ( Pasal 1, UU No. 17 Tahun 2006 )

3. Apa Yang Dimaksud Dengan “DAERAH PABEAN”.

Wilayah RI yang meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di ZEE dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku UU KEPABEANAN ( Pasal 1 UU NO. 17 Tahun 2006)

4. Apakah Yang dimaksud dengan “Kawasan Pabean “

Kawasan Pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu ditetapkan untuk lalu lintas barang sepenuhnya berada di bawah pengawasan DJBC. ( Pasal 1 UU No. 17 Tahun 2006 )

7. Apakah Dasar Hukum Kawasan Bebas Sabang.

1.  Undang-Undang No. 37 Tahun 2000 tentang Penetapan Perppu No. 2 Tahun 2000 sebagai Undang-Undang.

2. Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (pasal 167)

3. Undang-Undang No. 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Undang-undang No. 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan (pasal 115 A)

9. Apakah Keuntungan Pengusaha di Kawasan Bebas.

–  Keuntungan dari segi  insentif fiskal  seperti pembebasan  dari Bea masuk,  PPN, PPnBM dan Cukai,

–  Pembebasan dari ketentuan Tata Niaga

 ( selama barang  yang berasal dari luar daerah pabean dan atau jasa dimaksud  tidak dimasukkan ke daerah pabean dari Kawasan Sabang )

" class="faq-question expand-title">

">


10. Bagaimana Ketentuan Pemasukan dan Pengeluaran Barang asal LN ke dan dari Kawasan Sabang.

Berdasarkan UU No. 37 Tahun 2000, Perppu No 2 / 2000 Pasal 9 :
  1. Barang-barang yang terkena ketentuan larangan, dilarang dimasukkan ke Kawasan Sabang.
  2. Pemasukan dan pengeluaran barang ke dan dari Kawasan Sabang hanya dapat dilakukan oleh pengusaha yang telah mendapat izin usaha dari Badan Pengusahaan Kawasan Sabang.
  3. Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) hanya dapat memasukan barang ke Kawasan Sabang yang berhubungan dengan kegiatan usahanya.
  4. Pemasukan dan pengeluaran barang ke dan dari Kawasan Sabang melalui pelabuhan dan bandar Udara yang ditunjuk dan berada di bawah pengawasan pabean diberikan pembebasan bea masuk, pajak pertambahan nilai, pajak penjualan atas barang mewah, dan cukai.
  5. Pemasukan dan pengeluaran barang ke dan dari Kawasan Sabang ke Daerah Pabean diberlakukan tata laksana kepabeanan di bidang impor dan ekspor dan ketentuan di bidang cukai.
  6. Pemasukan barang konsumsi dari luar Daerah Pabean untuk kebutuhan penduduk di Kawasan Sabang diberikan pembebasan bea masuk, pajak pertambahan nilai, pajak penjualan atas barang mewah, dan cukai.
  7. Jumlah dan jenis barang yang diberikan fasilitas sebagaimana dimaksud dalam ayat  (6) ditetapkan oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang.

11. Barang dan Jasa apa saja yang TIDAK BOLEH dimasukkan ke Kawasan Sabang?

Barang-barang dan Jasa yang secara tegas dilarang oleh undang-undang.