Get Adobe Flash player

JAGA LIMA SEBELUM DATANG YANG LIMA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh…

Banyak pepatah yang sering kita dengar berkaitan dengan waktu :
Orang Barat mengatakan: Time is money “Waktu adalah uang”.
Orang Arab mengatakan: Al-waqtu kas saifi “Waktu ibarat pedang”.
Maksud dari ungkapan2 tersebut adalah betapa berharganya, betapa pentingnya WAKTU itu bagi kita semua.

Ada juga Makolah atau ungkapan yang sering kita dengar lainnya yaitu  :
“Ad-dun-yaa mazroatul akhiroh” ( Dunia itu ladangnya akhirat )
“Al-yauma ‘amalun walaa hisaab, waghodan hisaabun walaa ‘amaluun “ ( Dunia ini tempat beramal jangan dihitung, dan besok di akhirat tempat perhitungan tidak bisa lagi beramal )

Jadi kesempatan kita untuk beramal hanya selama kita hidup di dunia ini.
Untuk itu janganlah kita sia-siakan hidup ini agar tidak rugi dan menyesal selama-lamanya. Marilah kita isi hidup kita dengan perbuatan yang positif.

Waktu memiliki beberapa sifat. Pertama, waktu berlalu sangat cepat, khususnya jika digunakan untuk melakukan ibadah dan kebajikan. Kedua, jika waktu sudah berlalu, ia tidak akan mungkin kembali lagi. Hari ini tidak sama dengan kemarin dan besok.

Berkaitan dengan WAKTU, dalam satu hadits baginda Rasulullah berpesan kepada umatnya :
Ightanim khamsan qabla khamsin ; Manfaatkanlah oleh kalian lima perkara sebelum datangnya lima perkara yang lainnya :

Yang pertama, syababaka qabla haramika ( masa mudamu sebelum masa tuamu ).
Masa muda masa yang masih penuh daya, potensi dan kekuatan. Fisik masih kuat dan prima, sementara pikiran masih tajam. Semangat dan kemauan sedang menggelora. Dalam kondisi seperti itu hendaklah digunakan sebaik-baiknya dengan banyak-banyak mempelajari IPTEK dan IPTAG ilmu duniawi dan ilmu akhirat. Semuanya untuk mempersiapkan diri saat usia sudah mendekati uzur.
Akan tetapi godaan di masa muda juga besar, sehingga tidak heran banyak yang terjerumus dan menyia-nyiakan masa mudanya, tak sedikit generasi muda yang terlibat hal-hal negatif seperti narkoba, pencurian, perampokan, tawuran dan sebagainya. Slogan yang sering terdengar “Muda Foya2, Tua kaya raya, Mati masuk surga” subhanallah slogan yang menjerumuskan. Kegiatan2 negatif tersebut kiranya tak mungkin terjadi jika usia muda dibekali dengan mental dan keimanan yang kuat.
Untuk itu marilah para pemuda dan yang masih berjiwa muda, mulai sekarang selagi sempat kita bisa meniru budaya kerja STOP START and GO, mari kita berhenti untuk berbuat sesuatu yang tidak membawa manfaat baik kehidupan di dunia maupun di akhirat; kemudian kita START mulai melaksanakan perbuatan tindakan yang bermanfaat bagi agama sesama dan negara, serta GO untuk melanjutkan perbuatan-perbuatan baik yang telah kita laksanakan selama ini.

INTINYA gunakan masa muda sebaik2nya jangan jadi penyesalan di hari tua nanti … seorang pujanggabersyair : Seandainya masa muda itu kembali sehari saja, Saya akan beritahukan penyesalan orang yang sudah tua……….

Yang kedua, shihhataka qabla saqamika (masa sehatmu sebelum masa sakitmu).
KESEHATAN, sungguh salah satu harta yang tak ternilai harganya. Kesehatan yang ada pada diri kita mari kita syukuri bersama karena dengan sehat itu kita bisa melaksanakan segala sesuatu yang kita rencanakan. Namun Seringkali kita baru menyadari besarnya nikmatnya sehat ketika sudah sakit. Bayangkan orang2 yang sedang terganggu kesehatannya bahkan harus berbaring tak berdaya di Rumah Sakit.
Kalo sudah begitu apa bangganya punya jabatan tinggi, Apa istimewanya punya isteri cantik, suami ganteng dan anak2 yang membanggakan dan apa enaknya punya harta melimpah, kaya raya sementara badan tak bisa menikmatinya karena SAKIT tak berdaya.
Lalu pernahkah kita berfikir kenapa kita bisa selalu sehat ? menurut para ahli sistem dan mekanisme dalam tubuh manusia sangatlah kompleks dan rumit. Lalu siapa yang menciptakan, memelihara, dan menjaga sistem dan mekanisme tubuh kita yang lengkap tadi ? Tiada lain kecuali Allah, dengan kasih sayang Allah kesehatan kita bisa terus terjaga dalam keadaan baik.
Jadi marilah kita mensyukuri nikmat SEHAT dengan gunakan masa SEHAT kita untuk berbuat dan bertindak yang menuju kepada pengabdian pada Allah s.w.t. sebelum kita diuji atau bahkan diambil kesehatan kita dengan menjadikan kita SAKIT.
Janji Allah dalam surat Ibrahim ayat 7 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”.

Yang ketiga, ghinaka qabla faqrika (masa kayamu sebelum masa fakirmu).
Salah satu penyakit hati dan sifat manusia adalah kecenderungan untuk bakhil (kikir).
Sementara setan pada saat yang sama akan selalu membisiki manusia untuk bersikap bakhil.
Maka pada saat kita diberi nikmat berupa kekayaan marilah kita gunakan harta kekayaan tersebut di jalan Allah, mari betul-betul kita manfaatkan untuk bersedekah. Kita tunaikan zakat dan infaq dan sedekah, membahagiakan anak yatim, kaum fakir dan miskin serta membangun dan memakmurkan rumah-rumah ibadah. Kekayaan kita bisa berupa harta, tapi bisa juga berupa keahlian dan kedudukan atau jabatan, tenntu saja itu semua juga bisa disedekahkan.
Janganlah kita takut bersedekah, takut miskin gara-gara bersedekah. Karena ketakutan itu sebenarnya adalah godaan syetan sebagaimana Firman Allah “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 168). Bahkan sebenarnya sedekah tidaklah mengurangi harta kita sebagaimana sabda Rasulullah dalam satu hadits beliau bersabda “Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah) dan Firman Allah s.w.t lainnya “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)”

Jadi marilah kita pandai-pandai menyikapi dan mempergunakan harta kita karena sesungguhnya “ Harta dan anak2 kita adalah COBAAN” (QS Taghabun) Kita perlu berhati – hati agar tidak terpedaya setan dengan memandang harta kekayaan sebagai kemewahan dan kemegahan, karena cinta harta dapat membawa kepada kejahatan dan keburukan yang lebih besar dibanding kebaikannya. Pun pada saat kita meninggal kita juga tidak membawa harta, hanya 3 perkara yg kita bawa yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang mendoakan kita.

So Masih berniat pelit bakhil kikir…?? Ingat kisah Qorun yang menyombongkan hartanya dan ia meninggal karena hartanya, serta sahabat nabi Tsalabah yang gara-gara kekayaannya menjadikan ia kufur.

Yang keempat, faraghaka qabla syughlika (masa luangmu sebelum masa sibukmu).

Ada beberapa hadits Rasulullah saw berkaitan dengan waktu luang diantaranya :
“Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia menyia-nyiakannya yaitu nikmat sehat dan waktu luang” sedemikian banyak manusia yang sering menggunakan waktu luangnya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat seperti bermain-main dan sebagainya maka baginda Rasul pernah bersabda tatkala melihat kerumunan orang yang bercanda menghabiskan waktu di suatu warung “Kalau seandainya mereka menjual waktu mereka kepadaku, aku pasti akan membelinya”.

Kesempatan atau waktu luang juga merupakan salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada kita.
Banyak Saudara kita yang tidak diberikan kesempatan seperti kita misalnya karena sakit, ditahan atau karena sebab lainnya sehingga tidak dapat melaksanakan kegiatan seperti kita.
Nah selagi kita diberikan kesempatan, marilah kita gunakan kesempatan ini dengan sebaik – baiknya, beramal dan beribadah serta berbuat lain yang dapat kita jadikan bekal kelak di akhirat.
Entar sok, entar sok… janganlah dijadikan budaya karena kita tidak tahu apakah kesempatan itu masih ada entar atau besok. Janganlah menunda untuk berbuat kebajikan, sapa tau itulah kesempatan terakhir kita.

Yang kelima, hayataka qabla mautika (hidupmu sebelum kematianmu).
Hidup juga merupakan salah satu nikmat dari Allah, Hari-hari dalam kehidupan merupakan kenikmatan. Karenanya setiap kali bangun dari tidur kita hendaklah berdoa :
الحَمْـدُ لِلّهِ الّذِيْ أََحْـيَانَا بَعْـدَ مَا أََمَاتَـنَا وَإِلَيْهِ النُّـشُوْر
”Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami dan hanya kepada-Nya tempat kembali” [HR. Bukhari].
Kematian bisa datang kapan saja. Tidak harus menunggu tua. Tidak jarang pula kematian datang secara mendadak dan tidak terduga. Disamping itu, kematian jika datang tidak mungkin bisa diundur barang sejenak pun. Hidup kita ini, seberapapun lamanya, adalah waktu yang sangat pendek – jika dibandingkan dengan lama & kekalnya akhirat.
Karena itu marilah kita sedikit bersabar dan menahan diri dalam hidup ini – sabar untuk taat, sabar untuk tidak melanggar aturan Allah, sabar dengan berbagai hal yang tidak menyenangkan – karena hidup ini hanya sebentar.
Jika kita tidak bisa menggunakan hidup kita dengan baik, maka kita akan menyesal untuk selama-lamanya. Namun penyesalan ketika itu tidak lagi berguna. Jadi marilah kita gunakan hidup kita untuk mencari bekal saat kita mati nanti.
I’mal lidunyaaka kaannaka ta’isyu Abadan, Wa’mal liaakhiratika kaannka tamutu ghadan”
(Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya, dan beramallah untuk persediaan akhiratmu, seakan-akan engkau mati besok)

Wallahu’alam bisshawab … wassalamualaikum.warahmatullahi wa barakatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*