Get Adobe Flash player

KESAKTIAN PANCASILA

Hari ini, 1 Oktober 2012 kembali bangsa Indonesia memperingati hari yang sangat krusial bagi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia. Hari KESAKTIAN PANCASILA.

Mungkin telah banyak yang lupa atau melupakan hari itu, bahkan yang lebih memiriskan sering timbul pertanyaan sinis “Masih SAKTIkah Pancasila”. Hal tersebut mungkin dan sah sah saja sebab seiring perkembangan teknologi dan informasi yang semain pesat membuat bangsa kita seakan terbius untuk melupakan sejarah yang sangat penting sebagai wujud terbentuknya dasar negara kepulauan, Indonesia.

Konon hari Kesaktian Pancasila berawal dari gerakan tanggal 30 September  1965 yakni pemberontakan yang dilakukan oleh PKI. Oleh pemerintah Indonesia, pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Pada saat itu setidaknya ada enam orang Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta.

Namun, berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan dan tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila dalam sejarah Republik Indonesia.

Banyak artikel dan buku yang membahas tentang Pancasila, sejarah terbentuknya, filosofi dirumuskannya, makna sila per sila dan sejarah perjalanan panjangnya. Mungkin secara singkat Pancasila merupakan dasar negara, sumber dari segala sumber hukum dan pandangan hidup bangsa Indonesia dimana didalamnya terkandung makna-makna moralitas, kemanusiaan, keadilan, persatuan dan demokrasi.

Sangat miris ketika membaca dan mendapati kenyataan bahwa ternyata masih ada sebagian warga negara Indonesia. tidak hafal Pancasila. Bukankah Pancasila adalah dasar negara kita? yang sejak mulai pendidikan dasar diajarkan untuk menghafalkannya, dan lambangnya selalu tergantung di tembok ruang belajar dan kerja ? Ini sungguh memprihatinkan. Karena, jika tidak hafal Pancasila, bagaimana untuk menghayati dan juga memahaminya.

Sehingga sangatlah dimaklumi jika timbul pertanyaan Apakah benar
hingga saat ini Pancasila masih sakti ? walaupun bangsa Indonesia setiap tahun memperingati Hari Kesaktian Pancasila? Apakah masih ingat bagaimana perjuangan para pahlawan revolusi mempertahankan Pancasila dari para pemberontak yang ingin mengganti dasar negara kita? Pada masa orde baru, terdapat penataran P4 yang tentunya sangat bermanfaat untuk mengamalkan Pancasila.

Seandainya nilai-nilai Pancasila tersebut dapat diimplementasikan sebagaimana yang terkandung di dalamnya, baik oleh rakyat biasa maupun para pejabat penyelenggara negara, niscayalah kemakmuran dan kesejahteraan bangsa dan negara bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan secara nyata. Perilaku KKN, kerusuhan antar sesama warga negara, ketidakadilan dan ketimpangan sosial, berebut jabatan, perilaku asusila, serta berbagai perilaku abmoral lainnya adalah segelintir perilaku yang hanya dapat merusak nilai Pancasila itu sendiri.

Tapi, dinamika bernegara sangat bergelora. Walaupun masih sering mempertanyakan apakah Pancasila masih sakti, tidak ada salahnya kalau kita menundukkan kepala dan mendoakan para pahlawan revolusi agar perjuangannya mempertahankan Pancasila tidak percuma dan sia-sia. Marilah kita kembali junjung tinggi nilai-nilai Pancasila agar kita tetap dipandang sebagai bangsa dan negara yang beradab, beragama, beretika, dan bermoral. Semoga saja Pancasila akan selalu menjadi dasar negara Indonesia dan para pemimpin dan seluruh warga negara kita bisa mengamalkan isi dari Pancasila. Semoga Negara Indonesia akan terus maju.

(Dirangkum dari berbagai sumber Dunia Maya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*