Get Adobe Flash player

Seimbangkan Telinga dan Mulut

“ Laqod kholaqnal insaana fii ahsanii taqwim = sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik – baiknya“ (atTiin – 4 ) Sungguh suatu karunia Allah yang tiada terkira dengan terciptanya kita dalam keadaan yang sempurna, diberikan anggota tubuh yang lengkap dengan segala masing-masing fungsinya.

Dalam menggunakan fungsi dari masing masing anggota tubuh tersebut, diperlukan adanya keseimbangan supaya tercapai keharmonisan dalam kehidupan, dua anggota tubuh yang dalam penggunaannya perlu keseimbangan adalah Telinga dan Mulut.
TELINGA bisanya kita gunakan untuk mendengar segala percakapan, menerima informasi verbal yang tentunya berguna bagi kita, sedangkan dengan MULUT kita dapat mengeluarkan perkataan, bisa berpendapat bahkan protes atau mengucapkan persetujuan.

berbicara2
Penggunaan TELINGA dan MULUT yang tidak seimbang akan menyebabkan berbagai hambatan.
Orang yang banyak berbicara tanpa mau mendengarkan pendapat orang lain tidak akan bertambah wawasan dan cakrawalanya, maka ia akan menjadi sempit pandangan dan orientasinya, subyektif pemikirannya dan dapat dikategorikan seperti katak dalam tempurung, Dan yang paling berbahaya dia akan merasa benar sendiri.
Sedangkan orang yang hanya mau mendengar tanpa mau berpendapat, maka ia akan menjadi seperti keledai bodoh yang terus tunduk dan mengikuti saja keingingan tuannya kemana saja dibawa pergi, yang berbahaya ia akan menjadi fanatik buta dan pengikut buta.

Menjaga keseimbangan mulut dengan telinga berarti kita harus siap menjadi pembicara yang baik dengan memperdulikan hak-hak pendengar, dan menjadi pendengar yang setia untuk menghargai pembicaraan/pendapat orang lain.
Namun seringkali terjadi dalam kehidupan sehari – hari ternyata masih banyak orang banyak suka berbicara tapi tidak mau menjadi pendengar yang maunya pendapatnya didengar oleh orang lain, akan tetapi mereka tidak siap mendengarkan pendapat orang lain.
Sebaliknya masih banyak juga orang yang hanya menjadi pendengar tanpa mau berbicara atau berpendapat, apakah karena mereka itu malu, takut atau bahkan tidak tahu apa yang telah didengarnya prinsip mereka adalah yang penting pembicaranya seneng …. Oke bozz.
Jadi akan lebih baik jika dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menyeimbangkan fungsi TELINGA dan Mulut. Jadilah pembicara yang baik juga pendengar yang setia. Jadilah guru yang baik dalam menyampaikan pelajaran akan tetapi juga wajib menerima dan mengakomodir pendapat dan usulan siswa.
Jadilah atasan yang bijaksana yang tidak hanya main perintah tanpa mau mendengarkan pendapat anak buah, jadilah bawahan yang baik yang tidak hanya menerima perintah begitu saja tetapi juga berani berpendapat atau memberikan saran yang baik bagi atasan.
Segala yang berdampingan, Allah mewajibkan untuk menjaga keseimbangannya. Firman Allah SWT.”Dan di bumi ini terdapat bagian – bagian yang berdampingan (yang harus diseimbangkan)…”. (QS. Ar-Ra’ad:4)
Wallahualam Bissawab, alah hom hai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*